Berita

Kunjungan Mantan Pelatih

Kamis Pahing, 25 Agustus 2016 08:18 WIB 305

Pada hari Senin (1/8/2016), Lapangan Trirenggo mendapat kunjungan dari Budiharjo Winarno (Paskibraka Nasional 1978) yang pernah ikut melatih dan membina pada saat-saat awal pembentukan Paskibraka Bantul, termasuk yang mengaplikasikan formasi pasukan 17-8-45 pada tahun 1985. Pada saat istirahat, Budi diminta oleh Koordinator Latihan, Candra Aditya (Paskibraka Bantul 2010) untuk memberikan semangat kepada adik-adiknya, sekaligus menambah pengetahuan tentang kepaskibrakaan.

Budi yang juga orang Bantul asli (lahir di Jetis dan ayahnya berkarya di Kabupaten Bantul) kemudian membuka dialog dan menjawab berbagai pertanyaan tentang Paskibraka, Bendera Merah Putih, seleksi dan pengetahuan lainnya. Jawabannya disertai contoh-contoh langsung yang ada di lapangan, dan selalu disertai dengan dorongan semangat untuk memberikan prestasi yang terbaik bagi Bantul dan Ibu Pertiwi.

Para anggota Paskibraka Bantul 2016 mengaku puas dengan materi dan penjelasan Budi. Misalnya, Achmad Fahrozi dari SMK Negeri 1 Sanden, yang menilai materi yang disampaikan Budi sangat berguna, canggih dan membuatnya semakin mengerti arti menjadi seorang  Paskibraka. Sedangkan Maryanto, pelatih dari Kantor Pora Bantul, menyebutkan bahwa apa yang disampaikan bisa membuka wawasan untuk melatih dengan efektif dan hasilnya maksimal.

Di akhir penjelasannya, Budi sempat mengajarkan bagaimana memimpin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan benar dan baik. Metode melatih yang sangat dikuasai membuat lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan penuh semangat menggelora. “Yang diajarkan Kak Budi sangat berbeda dengan apa yang selama ini sering dilakukan, yakni menyanyikan Indonesia Raya dengan agak lembut,” ujar Wahyu Milantari dari SMA Negeri 2 Bantul.

Sebelum pamit Budiharjo Winarno berpesan agar selalu menjaga nama baik Paskibraka dengan cara melaksanakan tugas dengan baik dan benar. “Bagi para pelatih, latihlah adik-adik dengan hati dan aturan yang berlaku, jangan menggunakan metode hukuman perploncoan yang tidak sesuai dengan jiwa Paskibraka. Setelah selesai bertugas, tetaplah kalian menjadi Paskibraka dan Pandu Ibu Indonesia yang cinta Tanah Air, berakhlak dan berbudi pekerti mulia, rendah hati dan sopan, intelek dan berwawasan luas serta berprestasi di sekolah maupun lingkunganmu,” ujarnya.